Tanpa Judul 1920 X 1080 Piksel 1

Sempat Terhenti, Rute Penerbangan Jember-Jakarta Akan Terbang Kembali 11 November 2025

Berita & InformasiUmum
Bagikan ke :

Kabar gembira datang bagi masyarakat wilayah Tapal Kuda Jawa Timur. Setelah sempat ditangguhkan untuk audit operasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengumumkan bahwa penerbangan komersial rute Jember–Jakarta Pulang-Pergi (PP) di Bandara Notohadinegoro akan diaktifkan kembali secara permanen. Maskapai Fly Jaya dijadwalkan kembali melintas cakrawala Jember mulai 11 November 2025.

Image
Bandara Notohadinegoro (Sumber : radarjember)

Baca juga : Mengenal Perjanjian Nuklir JCPOA: Upaya Dunia Menekan Program Nuklir Iran

Kepastian ini diperoleh setelah Bupati Jember, Muhammad Fawait, menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama jangka panjang dengan pihak maskapai. Langkah ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan konektivitas udara sebagai infrastruktur vital untuk akselerasi pembangunan dan perekonomian.

Jeda Evaluasi Setelah Awal yang Menjanjikan

Penerbangan komersial di Bandara Notohadinegoro (JBB) sebetulnya telah diinisiasi sejak pertengahan Agustus 2025 dan mulai beroperasi secara rutin oleh Fly Jaya pada 23 September 2025. Layanan tersebut menghubungkan langsung Jember dengan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta.

Namun, hanya berselang tiga pekan, tepat pada 14 Oktober 2025, penerbangan tersebut dihentikan sementara. Penghentian ini sempat memicu pertanyaan di kalangan publik. Pemkab Jember lantas menjelaskan bahwa langkah tersebut bukanlah pembatalan, melainkan murni bagian dari evaluasi komprehensif uji coba operasional.

Menariknya, berdasarkan data yang dirilis Pemkab, tingkat keterisian penumpang (load factor) selama masa uji coba tergolong tinggi, bahkan mencapai 83,3%. Angka ini menunjukkan tingginya animo dan kebutuhan masyarakat Jember akan akses transportasi udara yang efisien menuju Ibu Kota.

Rincian Teknis Layanan Reguler

Setelah evaluasi rampung, Fly Jaya siap kembali melayani penumpang dengan rincian teknis yang kini telah dipatenkan:

  • Rute Dilayani: Bandara Notohadinegoro (JBB) – Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta.
  • Maskapai: Fly Jaya.
  • Frekuensi: Dua kali dalam seminggu, yaitu setiap Selasa dan Kamis.
  • Pesawat dan Kapasitas: Menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang mampu mengangkut sekitar 70 penumpang sekali terbang.

Dengan pesawat turbo-prop ini, waktu tempuh dari Jember ke Jakarta dapat dipersingkat drastis, dari perjalanan darat yang memakan waktu 12-15 jam, menjadi hanya sekitar 2 jam melalui udara.

Bandara Notohadinegoro: Gerbang Investasi Daerah

Bupati Fawait dalam berbagai kesempatan menekankan urgensi konektivitas ini. Menurutnya, beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro adalah prasyarat fundamental dalam menumbuhkan iklim investasi di wilayah Tapal Kuda, yang saat ini sangat bergantung pada jalur darat.

“Mustahil menarik modal besar ke Jember jika infrastruktur dasar seperti tol belum tersambung, bandara tertidur, dan pelabuhan tidak optimal,” tegas Bupati. “Kami prioritaskan penerbangan Jember–Jakarta agar investor mudah datang. Dari bandara inilah pintu investasi dibuka.”

Baca juga : Aksi Nyata Dosen PWK Unej, Hadirkan Rambu Jalur Evakuasi Bencana di Desa Sumberrejo

Selain menarik investor, konektivitas udara yang lancar ini juga diharapkan memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, serta mobilitas akademisi di Universitas Jember dan kampus-kampus lainnya.

Dengan kerja sama permanen ini, Pemkab Jember optimistis dapat mempercepat visi menjadikan Jember sebagai daerah yang maju, terkoneksi, dan berdaya saing di tingkat nasional. Penerbangan pada 11 November 2025 bukan hanya sekadar jadwal, melainkan simbol kebangkitan mobilitas bagi seluruh masyarakat Jember.

😀
0
😍
0
😢
0
😡
0
👍
0
👎
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *